16 October 2026

Get In Touch

Mahasiswa Telkom University Surabaya Raih Prestasi Internasional lewat Riset dan Inovasi Berkelanjutan

Mahasiswa Telkom University Surabaya saat mengikuti International Conference on Computational Modelling, Simulation and Optimization (ICCMSO) 2026 di National University of Singapore (NUS), Singapura.
Mahasiswa Telkom University Surabaya saat mengikuti International Conference on Computational Modelling, Simulation and Optimization (ICCMSO) 2026 di National University of Singapore (NUS), Singapura.

SURABAYA (Lentera) – Pengolahan limbah menjadi sumber daya bernilai dan pengembangan proses industri yang ramah lingkungan, menjadi dua isu yang diangkat mahasiswa Telkom University Kampus Surabaya di tingkat internasional.

Melalui riset manufaktur berkelanjutan dan inovasi pertanian berbasis teknologi Internet of Things (IoT), mereka memperkenalkan gagasan yang berorientasi pada efisiensi dan keberlanjutan lingkungan.

Dua mahasiswi Program Studi Teknik Industri angkatan 2023, Angelina Maisy dan Natasya Tria mempresentasikan penelitian mereka dalam International Conference on Computational Modelling, Simulation and Optimization (ICCMSO) 2026 di National University of Singapore (NUS), Singapura.

Dalam konferensi tersebut, keduanya mengangkat tema sustainable manufacturing atau manufaktur berkelanjutan. Konsep ini menekankan pentingnya proses produksi yang efisien dalam penggunaan bahan baku dan energi, sekaligus mengurangi limbah serta dampak negatif terhadap lingkungan.

Melalui forum akademik internasional itu, Angelina dan Natasya berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian sekaligus bertukar gagasan dengan akademisi dan peneliti dari berbagai negara.

Angelina mengatakan, pengalaman tersebut membuka perspektif baru mengenai perkembangan riset keberlanjutan dan penerapannya di dunia industri.

“Kesempatan ini membuat kami melihat bahwa penelitian yang dikembangkan di kampus juga bisa menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas di tingkat internasional. Kami juga mendapat banyak perspektif baru tentang bagaimana isu keberlanjutan terus berkembang di dunia industri,” ujar Angelina, Jumat (16/10/2026).

Sementara itu, capaian lainnya diraih empat mahasiswa Telkom University Kampus Surabaya melalui kompetisi International Research and Innovation Competition (IRIC) 2026 di Malaysia. 

Tim yang terdiri atas Stevan Andreas, Muhammad Asthi Seta Ari Yuwana, dan Siti Nafiatul Fauziah dari Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak angkatan 2023–2024, serta Michael Angello Qadosy Riyadi dari Program Studi Teknik Industri angkatan 2023, berhasil meraih medali perunggu atau Bronze Medal.

Mereka mengembangkan inovasi bertajuk Waste Circular Farming System, yakni sistem pertanian sirkular berbasis IoT yang dirancang untuk mengintegrasikan pengolahan limbah peternakan dengan kegiatan budidaya.

Dalam sistem tersebut, limbah peternakan diolah melalui bioreaktor menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali, seperti pupuk organik dan biogas. Sistem ini juga mendukung kegiatan budidaya hidroponik, ikan, dan Azolla sebagai bagian dari pemanfaatan sumber daya secara terpadu.

Teknologi IoT memungkinkan pemantauan berbagai bagian sistem dilakukan secara terintegrasi. Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan pertanian diharapkan menjadi lebih efisien, sementara limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna.

Konsep pertanian sirkular sendiri berangkat dari prinsip meminimalkan limbah dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya. Berbeda dengan pola produksi yang membuang sisa proses setelah digunakan, sistem sirkular berupaya mengembalikan material ke dalam siklus produksi agar dapat dimanfaatkan kembali.

Dalam konteks pertanian dan peternakan, pendekatan ini berpotensi membantu mengurangi limbah sekaligus mendukung pemanfaatan pupuk organik dan energi alternatif. Namun, penerapannya tetap membutuhkan pengelolaan yang tepat agar hasil olahan aman dan sesuai dengan peruntukannya.

Kedua capaian tersebut memperlihatkan pendekatan berbeda dalam menjawab tantangan keberlanjutan. Riset manufaktur berkelanjutan berfokus pada upaya meningkatkan efisiensi proses industri dan menekan dampak lingkungan, sedangkan Waste Circular Farming System menawarkan integrasi teknologi untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah di sektor pertanian dan peternakan.

Direktur Telkom University Kampus Surabaya, Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, S.T., M.T. mengapresiasi capaian mahasiswa tersebut, penelitian dan kompetisi internasional menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mengembangkan ilmu pengetahuan menjadi solusi atas persoalan nyata.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan ilmu yang mereka pelajari menjadi penelitian dan inovasi yang relevan dengan persoalan nyata. Tidak hanya menoreh prestasi pada tingkat nasional, tetapi juga pada tingkat internasional, sebagaimana cita-cita Telkom University untuk mencetak para penerus bangsa yang contribute to the world,” ujarnya.

Capaian ini sekaligus menunjukkan, pentingnya ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, mengembangkan kemampuan riset, dan memperluas wawasan melalui forum internasional. 

Selain itu, riset dan inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi industri, masyarakat, dan lingkungan. (ADV)

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.