12 October 2026

Get In Touch

Ratusan Warga AS Pro-Palestina Tuntut Sanksi dan Embargo Senjata Israel

Ratusan massa pro-Palestina menggelar aksi di depan Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington pada Sabtu (10/10/2026). (Foto: anadolu)
Ratusan massa pro-Palestina menggelar aksi di depan Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington pada Sabtu (10/10/2026). (Foto: anadolu)

WASHINGTON (Lentera) - Dukungan pada Palestina menggema di Amerika Serikat (AS). Ratusan demonstran pro-Palestina menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington pada Sabtu (10/10/2026), menuntut penghentian genosida Israel di Jalur Gaza serta mendesak pemerintah AS memberlakukan embargo senjata dan sanksi terhadap Israel.

Aksi unjuk rasa dan pawai yang diselenggarakan Palestinian Youth Movement bersama sejumlah kelompok pendukung Palestina lainnya itu digelar untuk memperingati tiga tahun dimulainya serangan militer Israel di Gaza pada Oktober 2023.

Melansir Anadolu, Nouhad Akkar dari Palestinian Youth Movement mengatakan para demonstran bertekad meminta pertanggungjawaban para pejabat terpilih AS atas bantuan militer Washington kepada Israel. "Kami tidak akan membiarkan genosida ini dianggap sebagai sesuatu yang normal," kata Akkar.

Pada aksi tersebut, para demonstran mengibarkan bendera Palestina dan membawa sejumlah spanduk besar yang mengecam genosida di Gaza serta pendudukan Israel atas wilayah Palestina. Spanduk itu diantaranya menyatakan dampak ekonomi dari perang yang melibatkan AS, dengan mengaitkan pengeluaran militer dengan tingginya harga barang dan rendahnya upah di dalam negeri.

Penyelenggara aksi mendesak peningkatan tekanan terhadap Washington atas dukungan militer dan diplomatiknya kepada Israel, sekaligus menuntut penerapan "embargo senjata menyeluruh dan sanksi" terhadap negara tersebut.

"Kami ingin menyampaikan pesan kepada rakyat kami di Gaza dan di seluruh kawasan bahwa kami akan terus memperjuangkan mereka, bukan hanya untuk mengakhiri genosida, tetapi hingga tercapainya pembebasan sepenuhnya dan hak untuk kembali," tambahnya.

Akkar juga mendesak lembaga-lembaga publik untuk menarik investasi mereka dari perusahaan produsen senjata yang memasok persenjataan kepada Israel.

Dia mengatakan kelompoknya tengah berkampanye agar sistem dana pensiun negara bagian Virginia, tempat tinggal banyak pegawai pemerintah federal yang bekerja di Washington, menarik investasi dana pensiun senilai lebih dari 394 juta dolar AS dari perusahaan-perusahaan tersebut.

"Kami ingin melihat para pejabat terpilih mengambil sikap menentang investasi dana tersebut," ujarnya.

Sementara, Isabella Javidan dari National Iranian American Council mengaitkan serangan Israel di Gaza dengan operasi militer di Lebanon dan Iran, serta menuding anggota parlemen AS dan kontraktor pertahanan turut memungkinkan terjadinya kekerasan di kawasan tersebut.

"Ini bukan tragedi yang berdiri sendiri. Semua ini tidak terpisah, melainkan merupakan bagian dari proyek imperialis yang sama," kata Javidan di hadapan para demonstran.

Menurutnya, anggota Kongres AS telah "berulang kali memilih kematian daripada diplomasi, dominasi militer daripada martabat dasar manusia, serta kepentingan industri perang daripada kehidupan jutaan orang."

Javidan menegaskan bahwa para anggota parlemen harus menyadari bahwa keputusan terkait pengiriman senjata, pendanaan militer, dan pemberlakuan sanksi memiliki konsekuensi terhadap warga sipil. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.