12 October 2026

Get In Touch

Kapal Supertanker Meledak Setelah Tabrak Ranjau di Selat Hormuz

Ilustrasi sejumlah kapal dagang milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026. (foto:ist/dok.Ant/Anadolu)
Ilustrasi sejumlah kapal dagang milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026. (foto:ist/dok.Ant/Anadolu)

TEHERAN (Lentera) - Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, pada Sabtu (10/10/2026) menyatakan bahwa sebuah kapal supertanker yang melanggar aturan dan berupaya keluar dari Selat Hormuz melalui rute tidak resmi, mengalami ledakan dahsyat setelah menghantam ranjau laut.

Dalam pernyataan yang diterbitkan di outlet media resmi IRGC, Sepah News mengutip Antara, Minggu (11/10/2026), AL IRGC mengatakan, bahwa kapal yang mengangkut minyak mentah itu terbakar setelah ledakan terjadi, sementara sistem navigasi dan GPS-nya dalam keadaan mati.

AL IRGC mengatakan, rute tersebut telah ditetapkan sebagai jalur berisiko tinggi, seraya memperingatkan bahwa nasib serupa menanti setiap kapal tanker minyak yang melanggar aturan dan berupaya "mengabaikan" aturan Iran.

AL IRGC, pada Jumat (9/10/2026) mengumumkan, pasukannya telah menghantam sebuah kapal raksasa yang mengangkut gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) yang diidentifikasi sebagai NV Sunshine, ketika kapal tersebut berupaya melintasi selat melalui rute ilegal di sebelah selatan jalur perairan tersebut.

"Ruang mesin dan sistem propulsi kapal tersebut terbakar," ungkap AL IRGC.

Pihak tersebut mengatakan, militer Amerika Serikat bertanggung jawab atas insiden semacam itu dan meningkatnya ketegangan maritim di kawasan itu.

AL IRGC juga memperingatkan, tindakan terhadap kapal-kapal yang melanggar aturan tidak akan lagi terbatas di Selat Hormuz, dan setiap kapal yang melintasi rute tidak resmi akan dihukum.

Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari, menutup jalur aman bagi kapal-kapal milik atau yang terafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat menyusul serangan gabungan mereka terhadap wilayah Iran.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.