12 October 2026

Get In Touch

Reses di Sambikerep, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Salurkan Bantuan Rutilahu dan Fasum

Reses Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko di Sambikerep.
Reses Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko di Sambikerep.

SURABAYA (Lentera) – Usulan pemasangan U-Ditch yang belum terealisasi hingga bantuan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu), menjadi perhatian Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko saat menggelar reses di Candi Lontar RT 6 RW 7, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kamis (8/10/2026).

Dalam reses di titik terakhir tersebut, Yona menerima, sejumlah aspirasi warga, terutama terkait kebutuhan infrastruktur lingkungan dan fasilitas umum (fasum). 

Yona meminta, pengurus RT dan RW aktif mengawal usulan pembangunan yang telah disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Menurut Yona, pengawalan usulan perlu dilakukan sejak tahap perencanaan agar perkembangannya dapat dipantau hingga realisasi. Pengurus lingkungan juga diminta memberikan salinan dokumen usulan kepada anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) setempat.

“Kalau ada Musrenbang dan menyampaikan usulan terkait infrastruktur dan lainnya, sebisa mungkin memberikan salinan usulan tersebut kepada anggota dewan dapil agar menjadi atensi bagi dewannya untuk mengawal usulan tersebut sampai pada tahapan realisasinya,” kata Yona.

Ia menilai, koordinasi antara pengurus lingkungan dan anggota dewan diperlukan agar aspirasi masyarakat tidak berhenti pada tahap pengajuan. Dengan dokumentasi yang jelas, perkembangan usulan dapat ditelusuri dan dikawal sesuai mekanisme perencanaan pembangunan.

Selain menampung aspirasi infrastruktur, Politisi dari Fraksi Gerindra ini memberikan bantuan tunai Rp20 juta untuk renovasi rumah tidak layak huni milik Mustofa. Rumah tersebut sebelumnya telah diusulkan melalui program rutilahu, tetapi hingga kini belum terealisasi.

“Di kesempatan ini saya juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp20 juta untuk renovasi rumah tidak layak huni milik Bapak Mustofa yang sempat diajukan melalui program rutilahu dan belum terealisasi,” ucapnya.

Bantuan juga diberikan untuk penataan lahan fasum di lingkungan RT 6 RW 7. Yona menyerahkan, dana Rp5 juta sebagai anggaran awal untuk merapikan lahan yang direncanakan menjadi tempat kegiatan olahraga warga, seperti senam dan bola voli.

“Bantuan Rp5 juta ini menjadi anggaran awal untuk merapikan tanah fasum yang akan digunakan sebagai sarana olahraga senam warga dan bola voli,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan ruang olahraga di lingkungan permukiman diharapkan dapat memudahkan warga beraktivitas sekaligus mendorong pemanfaatan fasilitas bersama. Namun, penataan lahan tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan warga dan peruntukan fasilitas umum yang tersedia.

Yona mengatakan, aspirasi mengenai pemasangan U-Ditch, renovasi rumah warga, dan penataan fasum menjadi bagian dari kebutuhan lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat segera dimanfaatkan, sementara usulan pembangunan yang belum terealisasi terus dikawal melalui koordinasi dengan pihak terkait.

“Ya, semoga bantuan ini bisa segera dimanfaatkan untuk kebutuhan warga dan memberikan manfaat. Saya juga akan terus mengawal usulan yang disampaikan warga agar bisa ditindaklanjuti sampai terealisasi,” pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.