12 October 2026

Get In Touch

Gelar Rapat Paripurna, DPRD Bersama Pemkot Bahas Percepatan Realisasi Pendapatan dan Belanja APBD 2026.

Rapat Paripurna DPRD ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027
Rapat Paripurna DPRD ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027

PALANGKA RAYA (Lentera) -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya menggelar Rapat Paripurna ke-8 masa persidangan I tahun sidang 2026-2027, yang digelar di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Kota Palangka Raya, pada Selasa (6/10/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi- fraksi DPRD Kota Palangka Raya. DPRD meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya untuk mempercepat realisasi pendapatan dan belanja dalam pelaksanaan APBD 2026.  

"Delapan fraksi telah memberikan pandangan umum terkait pendapatan, belanja, serta sejumlah hal lain dalam APBD," papar Subandi, Selasa (6/10/2026).

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemkot akan memberikan jawaban atas pertanyaan, saran, dan masukan fraksi dalam tahapan pembahasan berikutnya sebelum dilakukan pendalaman melalui Badan Anggaran.

Selain itu, DPRD juga menyoroti masih rendahnya realisasi pendapatan maupun belanja dan mendorong Pemkot segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat pelaksanaannya.

 ”Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, realisasi APBD Kota Palangka Raya dapat mencapai sekitar 95 persen atau bahkan mendekati 100 persen hingga akhir tahun,” jelasnya.

Subandi menambahkan, untuk APBD 2027, DPRD Kota Palangka Raya akan mendalami kembali target pendapatan yang direncanakan meningkat dari sekitar Rp1,2 triliun menjadi Rp1,4 triliun. 

Sedangkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dari sekitar Rp339 miliar menjadi Rp 569 miliar.

Ia menyatakan jika DPRD Kota Palangka Raya akan memastikan target tersebut realistis berdasarkan potensi sumber pendapatan yang tersedia, sekaligus mendorong agar target pendapatan dan belanja dapat tercapai secara maksimal.

Subandi menambahkan, penanganan terhadap berbagai persoalan di daerah juga disampaikan, termasuk dampak kekeringan yang telah berlangsung hampir tiga bulan, terus dilakukan Pemkot secara maksimal. 

"Kondisi kekeringan yang luar biasa menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Palangka Raya, terlebih sebagian besar wilayah kota merupakan hutan, karena itu upaya penanganan dan mitigasi terus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter: Novita|Editor: Arifin BH

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.