14 October 2026

Get In Touch

Soroti Ketimpangan Pembangunan, DPRD Jatim Desak Pemerataan Pendidikan dan Kesehatan

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso.

SURABAYA (Lentera) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menyoroti ketimpangan pembangunan yang masih terpusat di kawasan perkotaan besar. Ia mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur agar melakukan pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan menjadi perhatian, sehingga manfaat pembangunan juga dirasakan masyarakat di wilayah pinggiran.

 

Cahyo mengapresiasi capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur yang terus menunjukkan tren peningkatan dan berada di atas rata-rata nasional. Meski demikian, ia memberikan catatan bahwa pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan IPM masih terpusat di kawasan perkotaan besar, khususnya wilayah Gerbangkertasusila plus yang menyumbang lebih dari 50 persen perekonomian Jatim.

 

“Pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan sudah bagus, tetapi masih terpusat di kota-kota besar. Harus ada program konkret dan terintegrasi agar manfaat pembangunan betul-betul dirasakan masyarakat di wilayah pinggiran,” ungkap Cahyo di Surabaya, Selasa (13/10/2026).

 

Legislator dari daerah pemilihan Surabaya tersebut mendorong Pemprov Jatim menyiapkan strategi khusus agar peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan akses layanan kesehatan benar-benar dirasakan secara merata dan konsisten oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

Menurut Politisi Gerindra tersebut, Jawa Timur memiliki modal demografis yang besar dan plural. Jika dikelola secara efektif, potensi populasi tersebut mampu menjadi pasar domestik yang kuat, daya tarik investasi, serta penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

 

“Populasi yang besar adalah aset berharga. Namun, ini juga menjadi tantangan mendasar karena berbanding lurus dengan tingginya kebutuhan layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga infrastruktur penopang,” ujarnya.

 

Selain pendidikan dan kesehatan, Cahyo memberikan perhatian khusus pada perlindungan kelompok rentan, seperti lansia, perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Ia meminta Pemprov Jatim menekan angka diskriminasi terhadap kelompok rentan, baik di dunia pendidikan maupun lingkungan kerja.

 

Menurutnya, penguatan literasi ekonomi kepada perempuan serta perlindungan anak sangat mendesak guna mencegah terjadinya eksploitasi, pernikahan anak di bawah umur, dan berbagai bentuk diskriminasi sosial.

 

Cahyo juga menekankan bahwa peningkatan IPM di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan informasi harus diimbangi dengan penguatan pembangunan kebudayaan.

 

“Pembangunan SDM tidak boleh lepas dari akar budaya. Pelestarian warisan budaya dan penguatan identitas nasional sangat penting untuk mencetak generasi muda yang berkarakter, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor kebudayaan,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Pradhita
Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.