13 October 2026

Get In Touch

UMKM Kota Batu Ekspor 6 Ton Keripik Buah dan Sayur ke Singapura, Tembus Rp370 Juta

Wali Kota Batu, Nurochman, memasukkan karton produk UMKM keripik dalam untuk diekspor ke Singapura. (foto: Prokopim Kota Batu)
Wali Kota Batu, Nurochman, memasukkan karton produk UMKM keripik dalam untuk diekspor ke Singapura. (foto: Prokopim Kota Batu)

BATU (Lentera) - Produk UMKM asal Kota Batu berhasil menembus pasar internasional, dengan mengekspor 6 ton keripik buah dan sayur ke Singapura dengan nilai mencapai Rp370 juta.

"Kami tentunya mengapresiasi konsistensi usaha yang dirintis oleh PT Arjuna Triple Nine yang dipasarkan dengan merek Famchips ini," ujar Wali Kota Batu, Nurochman, dalam keterangan resminya yang diterima pada Selasa (13/10/2026).

Dalam acara pelepasan ekspor yang dilaksanakan pada Senin (12/10) ini, Nurochman mengatakan, ekspor tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong produk olahan lokal agar mampu menjangkau pasar internasional. Menurutnya, keberhasilan UMKM menembus pasar ekspor juga berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pria yang akrab dengan sapaan Cak Nur ini berharap, pengembangan ekspor tersebut juga dapat membuka peluang ekonomi bagi perempuan pelaku usaha sekaligus memperkuat sinergi dengan petani buah dan sayur lokal sebagai pemasok bahan baku.

"Pengiriman berkala ke sejumlah negara yang mencapai sekitar 100 karton per bulan, ini menjadi modal bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar internasional. Harapannya bisa memotivasi UMKM lain di Kota Batu untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores menyebut ekspor produk PT Arjuna Triple Nine menjadi bagian dari upaya memperluas pasar produk pangan olahan Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di pasar internasional.

Menurutnya, pengiriman 6 ton keripik buah dan sayur tersebut menunjukkan potensi produk olahan berbasis bahan baku lokal untuk menembus pasar global. Pengembangan usaha semacam ini juga membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas pertanian daerah.

Bea Cukai Malang, lanjut Johan, akan terus memperkuat peran sebagai trade facilitator dan industrial assistance melalui edukasi, konsultasi, serta pendampingan kepada pelaku usaha. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu UMKM mempersiapkan diri menghadapi persaingan pasar internasional.

Diketahui, PT Arjuna Triple Nine merupakan produsen makanan ringan asal Kota Batu yang dirintis Hari Mastutik pada 2011. Usaha tersebut awalnya memproduksi rempeyek sebelum berkembang dengan mengolah buah dan sayuran lokal menjadi aneka keripik.

Dalam proses produksinya, perusahaan memanfaatkan teknologi vacuum frying atau penggorengan vakum untuk mengolah bahan baku menjadi keripik. Melalui merek Famchips, perusahaan menawarkan beragam produk, di antaranya keripik apel, pisang, salak, ubi ungu, paprika, dan cabai. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.