12 October 2026

Get In Touch

Fraksi PDI Perjuangan DPRD: Jatim Memiliki Potensi Ekonomi Besar dan Tersebar di Berbagai Sektor

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana.

SURABAYA (Lentera) – Penguatan industri pengolahan menjadi salah satu kunci menjaga ketahanan ekonomi Jawa Timur di tengah dinamika perekonomian. Besarnya kontribusi sektor industri terhadap perekonomian daerah perlu diimbangi dengan penguatan sektor pertanian, maritim, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, mengungkapkan, Jawa Timur memiliki potensi ekonomi yang besar dan tersebar di berbagai sektor.  Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi dan aktivitas perdagangan. Keterhubungan antarsektor juga diperlukan agar potensi daerah dapat memberikan nilai tambah dan memperkuat daya saing ekonomi Jawa Timur.

“Kita memiliki potensi besar di berbagai sektor. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara optimal agar ekonomi Jawa Timur semakin tangguh, produktif, dan mampu menghadapi perubahan,” ungkap perempuan yang akrab disapa Bunda Renny dalam peringatan HUT ke-81 Jawa Timur, Senin (12/10/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026. 

Pada periode yang sama, produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp929,997 triliun.

Sementara itu, industri pengolahan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Jawa Timur sepanjang 2025, yakni sebesar 31,32 persen. 

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga keberlanjutan industri sekaligus memperkuat keterkaitannya dengan sektor ekonomi lainnya.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menilai penguatan industri perlu berjalan beriringan dengan pengembangan sektor yang menjadi sumber bahan baku dan penopang kegiatan produksi. 

Pertanian, maritim, dan UMKM, menurutnya, perlu mendapat ruang untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi yang saling terhubung.

“Penguatan industri harus berjalan beriringan dengan pengembangan pertanian, maritim, dan UMKM. Kita perlu membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung, sehingga potensi daerah dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Politikus senior asal Kediri ini menambahkan, pengembangan sektor produktif juga membutuhkan dukungan infrastruktur, kebijakan yang konsisten, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal. 

“Jawa Timur harus terus memperkuat sektor-sektor produktif yang menjadi keunggulan daerah. Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan fondasi ekonomi yang kuat, kebijakan yang konsisten, dan kolaborasi antarsektor agar potensi yang kita miliki dapat berkembang secara optimal,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Pradhita
Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.