SURABAYA (Lentera) - Akibat meningkatnya kabut asap, Malaysia meliburkan sekolah, Jumat (9/10/2026). Hal itu mengharuskan lebih dari 2 juta siswa belajar dari rumah. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan situasi kabut asap yang memburuk sangat mengkhawatirkan, terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Sejumlah sekolah yang diliburkan adalah di negara bagian Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor; kemudian di wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya, serta Distrik Rompin di Pahang.
Kabut asap yang menyelimuti Malaysia itu merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Sarawak, sebuah negara bagian Malaysia yang berada di Pulau Kalimantan, memiliki perbatasan darat dengan Indonesia.
Melansir antara, Anwar menyatakan pemerintahannya sedang meningkatkan upaya untuk mengatasi hal tersebut, termasuk melalui operasi penyemaian awan. Pada September lalu, Malaysia melakukan operasi penyemaian awan selama tiga hari di negara bagian Sarawak, Malaysia sebelah timur, untuk menambah cadangan air bendungan dan mengurangi kabut asap di kawasan tersebut.
Malaysia juga telah meminta persetujuan Pemerintah Indonesia untuk melakukan operasi penyemaian awan yang melibatkan penggunaan wilayah udara Indonesia. Hal itu sebagai upaya menangani kabut asap yang terkait dengan kebakaran di kawasan tersebut.
Pada Juli, hampir 95.000 hektare lahan terbakar di Indonesia, sementara total sekitar 202.000 hektare telah terbakar secara nasional hingga akhir Juli, menurut Kementerian Kehutanan RI.
Indonesia telah mencatat sekitar 175.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut sejak Agustus di berbagai wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, negara tetangga Singapura sedang menjadi tuan rumah balapan Formula 1 pada akhir pekan ini dan pihak penyelenggara menyatakan tidak akan menunda acara tersebut meski terdampak kabut asap. (*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)

Post a comment