12 October 2026

Get In Touch

Kebakaran di Kota Malang Capai 116 Kejadian pada Triwulan III 2026, Kerugian Tembus Rp2,16 Miliar

Pemadaman api di area TPS Kota Malang. (foto: UPT Damkar Kota Malang)
Pemadaman api di area TPS Kota Malang. (foto: UPT Damkar Kota Malang)

MALANG (Lentera) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang mencatat 116 kejadian kebakaran sepanjang Triwulan III, yakni Juli hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, estimasi total kerugian mencapai Rp2,168 miliar, dengan lahan menjadi objek kebakaran yang paling banyak dilaporkan.

"Sebanyak 74 kejadian atau sekitar 64 persen dari total laporan merupakan kebakaran lahan. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kategori objek kebakaran lainnya," ujar Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Dharmawan, melalui keterangan resminya, Sabtu (10/10/2026).

Selain kebakaran lahan, Pandu menyebut, objek kebakaran yang tercatat meliputi fasilitas umum sebanyak 16 kejadian, rumah dan permukiman sebanyak 10 kejadian, gedung instansi pemerintah 3 kejadian, serta pertokoan atau kios 3 kejadian. "Kebakaran industri dan kendaraan roda empat masing-masing tercatat dua kejadian," katanya. 

Tak hanya itu, menurut Pandu, kebakaran restoran, instalasi listrik, pergudangan, kendaraan roda dua, dan kategori lainnya juga masuk dalam laporan UPT Damkar Kota Malang.

Lebih lanjut, dari sisi sebaran wilayah, Kecamatan Kedungkandang mencatat estimasi kerugian terbesar, yakni Rp884 juta. Kemudian Kecamatan Blimbing sebesar Rp341 juta, Lowokwaru Rp219 juta, Klojen Rp215 juta, Sukun Rp159 juta, serta kategori perbantuan di luar wilayah kerja (WMK) sebesar Rp350 juta.

"Jika dilihat dari nilai aset yang berhasil diselamatkan, kamimemperkirakan totalnya mencapai Rp6,504 miliar. Kecamatan Kedungkandang menjadi wilayah dengan estimasi nilai aset terselamatkan tertinggi, yakni Rp2,645 miliar," ungkap Pandu.

Sementara itu, berdasarkan waktu kejadian, Pandu menyebut, September menjadi bulan dengan jumlah kebakaran tertinggi selama Triwulan III 2026. Sebanyak 66 kejadian tercatat pada bulan tersebut, meningkat dibandingkan Agustus yang mencapai 28 kejadian dan Juli sebanyak 22 kejadian.

Dari sisi penyebab, laporan UPT Damkar mencatat 50 kejadian atau 42 persen berkaitan dengan sabotase atau kesengajaan, sedangkan 24 kejadian atau 21 persen disebabkan perambatan api atau panas. Sebanyak 19 kejadian atau 16 persen masih dalam penyelidikan.

Penyebab lainnya meliputi kelalaian atau kecerobohan sebanyak 10 kejadian, korsleting listrik delapan kejadian, penyalaan mandiri tiga kejadian, kerusakan alat atau sistem satu kejadian, serta faktor alam atau hewan yang tidak tercatat sebagai penyebab dalam laporan tersebut.

Laporan yang sama juga mencatat 435 korban selamat, enam orang mengalami luka bakar, satu orang mengalami luka fisik, dan satu orang meninggal dunia. Dengan demikian, total korban yang tercatat dalam kategori tersebut mencapai 448 orang. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.