13 October 2026

Get In Touch

Tiga Korban Ledakan San Antonio Jalani Operasi di RSUD Dr. Soetomo, Luka Bakar Capai 25 Persen

Kondisi ruko San Antonio Pakuwon City pasca adanya ledakan. (Amanah/Lentera)
Kondisi ruko San Antonio Pakuwon City pasca adanya ledakan. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Tiga korban ledakan di kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menjalani operasi setelah mengalami luka bakar hingga 25 persen.

Ketiganya kini menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo untuk memantau perkembangan kondisi luka dan kemungkinan cedera pada saluran pernapasan akibat ledakan.

Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menjelaskan, ketiga korban terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki yang dirujuk ke rumah sakit pada Selasa (6/10/2026).

Pasien perempuan tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara itu, dua pasien laki-laki diterima sekitar pukul 11.45 WIB.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiganya mengalami luka bakar sekitar 20 hingga 25 persen pada sejumlah bagian tubuh, meliputi wajah, kepala, leher, dada, serta anggota gerak," ucap Prof. Cita dalam keterangan resminya, Rabu (7/10/2026).

Selain luka bakar, tim medis juga mencurigai adanya inhalation injury atau cedera akibat menghirup udara panas maupun gas berbahaya. "Kemungkinan cedera akibat efek ledakan (blast injury) juga menjadi perhatian dalam penanganan ketiga pasien," tuturnya.

Setelah menjalani pemeriksaan dan penanganan awal, ketiga korban menjalani tindakan operasi pada hari yang sama. Pasca operasi, mereka ditempatkan di Ruang Observasi Intensif (ROI) RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan pemantauan lebih ketat.

"Perawatan intensif tersebut diperlukan untuk mengawasi perkembangan luka bakar, fungsi pernapasan, serta kondisi umum pasien. Hasil evaluasi klinis akan menjadi dasar bagi tim medis untuk menentukan penanganan lanjutan sesuai kebutuhan masing-masing korban," jelasnya.

Pihak RSUD Dr. Soetomo memastikan ketiga pasien masih berada dalam penanganan tim medis. Perkembangan kondisi mereka akan disampaikan melalui sumber resmi rumah sakit dengan tetap memperhatikan kerahasiaan informasi medis pasien.

"Kami juga mengimbau masyarakat agar mengakses informasi mengenai kondisi korban melalui kanal resmi dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi," tutupnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.